Pemupukan Pertama Budidaya Jagung Menggunakan Pupuk Urine

0
1
Kutacane-Memenuhi target untuk mencapai hasil yang maksimal, Personel TNI khususnya Kodim 0108/Agara melakukan pemupukan hari pertama seluas 1 Ha budidaya tanaman jagung menggunakan jenis bibit varietas P-32 yang berusia 15 hari di kebun demplot Kodim 0108/Agara di Desa Datuk Saudane Kec. Babussalam Kab. Aceh Tenggara. Sabtu (10/09)
Disela-sela waktu Dandim 0108/Agara Letkol Czi Noor Arif Khusaini mengatakan, Kegiatan ini merupakan ide dan gagasan prajurit Kodim 0108/Agara untuk memberikan contoh kepada masyarakat Kab. Aceh Tenggara dimana, manfaat dari menernak hewan saja dengan cara membuat pupuk organik dari urin kambing cair ini, akan memiliki nilai lebih dan lebih tinggi. Bagi Anda yang memiliki profesi ganda, yaitu peternak dan juga petani, limbah cair dari hewan peliharaan dapat Anda manfaatkan sebagai pupuk tanaman yang Anda miliki tanpa harus mengeluarkan uang untuk membeli pupuk.
Salah satu hewan yang digunakan untuk pupuk organik diambil dari kambing. Peternak kambing memang telah berkembang sangat pesat di Indonesia, hampir di semua provinsi memiliki jumlah kambing berbeda-beda. Hal ini karena perawatan kambing juga dikenal cukup mudah cara membuat pupuk organik dari daun-daunan, dan kambing dewasa dapat mengeluarkan urine sebanyak 2,5 liter setiap perjalanan. Bukankah cukup banyak apabila kita manfaatkan untuk pupuk tanaman lainnya, imbuhnya Letkol Czi Noor Arif Khusaini.
“Semoga apa yang menjadi contoh dari sarana demplot Kodim 0108/Agara ini, dapat diikuti seluruh masyarakat luas”, tandasnya.
Sementara itu, pendamping demplot hadirin,S,pt.Mpt (29) mengatakan maksut tujuan dari hasil riset pupuk cair urine ini, untuk mengetahui manfaat sekaligus bantu masyarakat mengurangi dengan menggunakan pupuk mikro organik cair dalam meningkatkan hasil pospor pertumbuhan tumbuhan paling utama yakni tanaman jagung.
Pemupukan dihari pertama, dimana jagung sangat penting untuk mendapatkan konsentrasi pupuk organik cair urine kambing yang tepat terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung.
Adapun pemupukan, tak lupa pula melihat dari pertumbuhan mulai dari daun, batang, akar dan mengecek penyakit yang timbul pada jagung, yang tentunya kesemuanya ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. ujarnya pendamping Demplot Hadirin S.Pt, MPt (29).

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.